TUJUAN & MANFAAT KKN

TUJUAN & MANFAAT KKN

Tujuan utama KKN diarahkan kepada 3 aspek utama yang meliputi pengembangan kepribadian mahasiswa, pengembangan kelembagaan dan pengembangan masyarakat (Hardjasoemantri, 1997).

  1. Agar perguruan tinggi menghasilkan sarjana sebagai penerus pembangunan yang lebih menghayati permasalahan yang sangat kompleks yang dihadapi masyarakat dalam pembangunan dan belajar menanggulangi permasalahan tersebut secara pragmatis dan interdisipliner. Hal ini erat kaitannya dengan pengembangan kepribadian mahasiswa (personality development).
  2. Untuk lebih mendekatkan perguruan tinggi kepada masyarakat, dan lebih menyesuaikan keberadaan pendidikan tinggi kepada tuntutan pembangunan (institutional development).
  3. Membantu pemerintah dalam percepatan laju pembangunan dan mempersiapkan kader-kader pembangunan di pedesaan (community development).

Secara Umum KKN mempunyai tujuan sebagai berikut:

  1. Mahasiswa mempunyai pengalaman bekerja yang berharga melalui keterlibatan dalam masyarakat yang secara langsung menemukan, merumuskan, memecahkan, dan menanggulangi masalah pembangunan secara pragmatis dan interdisipliner;
  2. Mahasiswa dapat berfikir berdasarkan ilmu, teknologi dan seni dalam upaya menumbuhkan, mempercepat gerak serta mempersiapkan kader-kader pembangunan;
  3. Agar Perguruan Tinggi dapat menghasilkan sarjana pengisi teknostruktur dalam masyarakat yang lebih menghayati kondisi, gerak dan permasalahan yang kompleks yang dihadapi oleh masyarakat dalam melaksanakan pembangunan. Dengan demikian tamatan Perguruan Tinggi secara relatif menjadi siap pakai dan terlatih dalam menanggulangi permasalahan pembangunan secara lebih pragmatis dan interdisipliner;
  4. Meningkatkan hubungan antara Perguruan Tinggi dengan pemerintah daerah, instansi teknis dan masyarakat, sehingga Perguruan Tinggi dapat lebih berperan dan menyesuaikan kegiatan pendidikan serta peneliiannya dengan tuntutan nyata dari masyarakat yang sedang membangun;
  5. Mempercepat proses peningkatan kemampuan sumber daya manusia sesuai dengan dinamika pembangunan;
  6. Mempercepat upaya pengembangan masyarakat ke arah terbinanya masyarakat dinamis yang siap melakukan perubahan-perubahan menuju perbaikan dan kemajuan yang sesuai dengan nilai sosial yang berlaku;
  7. Mempercepat upay pembinaan institusi dan progesi masyarakat sesuai dengan perkembangannya dalam proses modernisasi;
  8. Perguruan tinggi memperoleh umpan balik dari masukan yang dapt berguna untuk meningkatkan relevansi pendidikan dan penelitian yang dilakukan dengan kebutuhan pembanguan masyarakat.

Manfaat KKN

KKN mempunyai 3 (tiga) manfaat, yaitu: Mahasiswa sebagai penerus pembangunan, Lembaga Perguruan Tinggi, dan Masyarakat.

Mahasiswa

  1. Memperdalam pengertian dan penghayatan mahasiswa tentang:
    ❑ Cara berfikir dan bekerja secara interdisipliner dan lintas sektoral.
    ❑ Kegunaan hasil pendidikannya bagi pembangunan umumnya dan daerah pedesaan khususnya.
    ❑ Kesulitan yang dihadapi masyarakat desa dalam pembangunan.
    ❑ Konteks keseluruhan dari masalah pembangunan dan pengembangan daerah pedesaan.
  2. Mendewasakan alam fikiran mahasiswa untuk melaksanakan penelaahan dan pemecahan masalah yang ada dalam masyarakat secara pragmatis ilmiah.
  3. Meberikan keterampilan kepada mahasiswa untuk melaksanakan program-program pengembangan dan pembangunan desa.
  4. Membina mahasiswa untuk menjadi seorang “transformer, change agent, motivator, dinamisator, fasilitator dan problem solver”.
  5. Memberikan pengalaman dan keterampilan kepada mahasiswa sebagai kader pembangunan disamping diharapkan terbentuknya sikap dan rasa cinta serta tanggung jawab terhadap kemajuan masyarakat pedesaan.
  6. Membuka wawasan para mahasiswa, sehingga mereka mengetahui secara teknis permasalahan-permasalahan yang dihadapi para pelaku ekonomi kecil yang kadangkala tidak terdapat dalam teori.

Perguruan Tinggi

  1. Perguruan Tinggi tidak akan lebih mantap dalam pengisian ilmu dan pendidikan kepada mahasiswa, dengan adanya umpan balik sebagai hasil integrasi mahasiswa dengan masyarakat, sehingga kurikulum perguruan tinggi dapat disesuaikan dengan tuntutan pembangunan.
  2. Tenaga pengajar memperoleh berbagai kasus yang berharga, yang dapat digunakan sebagai contoh dalam proses pendidikan.
  3. Mempererat dan meningkatkan kemitraan antara perguruan tinggi dengan instansi-instansi atau institusi-institusi lainnya dalam pelaksanaan pembangunan.

Masyarakat

  1. Memperoleh tenaga dan pemikiran untuk merencanakan serta melaksanakan proyek pembangunan.
  2. Meningkatkan cara berfikir, bersikap dan bertindak sehingga siap menerima dan berpartisipasi dalam program pembangunan.
  3. Memperoleh cara-cara baru yang dibutuhkan untuk merencanakan, merumuskan dan melaksanakan pembangunan.
  4. Terbentuknya kader-kader pembangunan di dalam masyarakat, sehingga mendorong kesinambungan pembangunan.
  5. Membantu masyarakat dalam pengembangan usaha ekonomi produktif keluarga melalui pelatihan dan pembinaan yang diberikan mahasiswa.
  6. Memotivasi masyarakat desa agar membentuk kelompokkelompok usaha dalam mengembangkan kegiatan usahanya.

Leave a Reply