Pendampingan Guru Madrasah Ibtidaiyah Dalam Penyusunan Buku Ajar Al Qur’an Hadist di MIM 02 Paciran

(Oleh : Idzi Layyinati, M.Pd.)

Peningkatan profesionalisme guru diperlukan dalam peningkatan kompetensi salah satunya melalui pendampingan penyusunan buku ajar. Mayoritas materi Al quran hadist adalah tergolong al quran hadist praktis yaitu materi al quran hadist tajwid dan materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari yang dekat dengan pengalaman siswa dan siap diamalkan dalam keseharian mereka. Sehingga dibutuhkan media atau perangkat pembelajaran agar siswa dapat memahami seutuhnya materi-materi yang disampaikan dan dapat diamalkan dengan baik dikehidupan sehari-hari.

Kegiatan pendampingan penyusunan buku ajar al quran hadist ini terdiri atas dua kegiatan, yaitu 1. Kegiatan sosialisasi dan workshop penyusunan buku ajar al quran hadist dan 2. Pendampingan guru madrasah ibtidaiyah dalam penyusunan buku ajar al quran hadist yang terdiri dari tiga siklus. Kegiatan ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 02 Paciran Lamongan.

Kegiatan sosialisasi dan workshop penyusunan buku ajar diikuti oleh Guru MI. Sedangkan untuk kegiatan pendampingan penyusunan buku ajar al quran hadist diikuti oleh 5 Guru Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 02 Paciran Lamongan.

Rangkaian kegiatan tersebut memberikan manfaat yang sangat besar bagi para guru diantaranya menumbuhkan semangat untuk terus belajar dan termotivasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dalam penyusunan buku ajar.

  1. PENDAHULUAN

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, menyatakan:

 “Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.1

Proses Pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Untuk itu setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan.

Pendidikan adalah “pengaruh , bantuan atau tuntutan  yang diberikan oleh orang yang bertanggungjawab kepada anak didik2. Pendidikan merupakan kegiatan yang universal dalam kehidupan manusia, dan merupakan aspek terpenting untuk kehidupan manusia, karena dengan adanya pendidikan dapat menciptakan perubahan sikap yang baik pada diri seseorang.

Penyelenggaraan pendidikan tidak dapat dilepaskan dari tujuan pendidikan yang hendak dicapainya. Hal ini dibuktikan dengan penyelenggaraan pendidikan yang ada di Indonesia. Dalam undang-undang RI no 20 tahun 2003, tentang sistem pendidikan nasional dikemukakan bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk “membangkitkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa[1].

Tujuan pendidikan tersebut telah digariskan dalam pembukaan UUD 1945 pada alinea ke empat yaitu “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Untuk merealisasikan tujuan tersebut, pemerintah telah menerapkan empat strategi pokok pembangunan pendidikan nasional, yaitu peningkatan pemerataan kesempatan pendidikan, relevansi pendidikan dengan pembangunan, kualitas pendidikan dan efisiensi pengelolaan pendidikan. Dengan menerapkan empat strategi pokok tersebut diharapkan agar kualitas dan mutu pendidikan di negara kita dapat ditingkatkan sehingga menghasilkan output yang berkualitas dan dapat diandalkan.

Pendidikan mempunyai dua proses utama yaitu belajar dan mengajar. Menurut W.H. Burton yang dikutip oleh Uzer Usman bahwa belajar diartikan “sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan individu dan individu dengan lingkungannya[2]. Sedangkan mengajar merupakan “suatu usaha mengorganisasikan lingkungan dalam hubungannya dengan anak didik[3].

Mengajar ditingkat pendidikan formal biasanya dilakukan oleh seorang guru. Menurut Darji Darmodiharjo seperti yang dikutip oleh Marno menyatakan bahwa :

Minimal ada tiga tugas sebagai penjabaran dari misi dan fungsi yang diembannya, diantaranya : mendidik, mengajar dan melatih. Tugas mendidik lebih menekankan pada pembentukkan jiwa, karakter, dan kepribadian berdasarkan nilai-nilai. Tugas mengajar lebih menekankan pada pengembangan kemampuan penalaran dan tugas melatih menekankan pada pengembangan kemampuan penerapan teknologi dengan cara melatih berbagai keterampilan[4].

Dalam perspektif Islam, mengemban amanat sebagai guru bukan terbatas pada pekerjaan atau jabatan seseorang, melainkan memiliki dimensi nilai yang lebih luas dan agung, yaitu tugas ketuhanan, kerasulan dan kemanusiaan. Dikatakan sebagai tugas ketuhanan, karena mendidik merupakan sifat “fungsional”Allah (Sifat rububiyah) sebagai “rabb” yaitu sebagai “guru” bagi semua makhluk. Allah mengajar semua makhluknya lewat tanda-tanda alam (sign), dengan menurunkan wahyu, mengutus rasul-Nya, dan lewat hamba-hamba-Nya. Allah memanggil hamba-hamba-Nya yang beriman untuk mendidik.

II. WAKTU PELAKSANAAN

Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 02 Paciran Lamongan pada semester genap 2015/2016 mulai tanggal  06 Januari sampai 02 Maret 2016

III. PELAKSANAAN

3.1 Kerangka Pemecahan Masalah

Permasalahan yang sering dihadapi oleh Madrasah Ibtidaiyah yaitu masalah pembelajaran hal ini dapat dilihat bahwa mayoritas materi al quran hadist tergolong al quran hadist praktis yaitu materi al quran hadist yang dekat dengan kehidupan sehari-hari yang dekat dalam pengalaman siswa dan siap diamalkan pada keseharian mereka. Sehingga dibutuhkan media pembelajaran (buku ajar) agar peserta didik dapat memahami seutuhnya materi-materi yang disampaikan dan dapat diamalkan dengan baik dikehidupan sehari-hari.

Siklus yang dilakukan dalam pengapdian masyarakat ini adalah sebagai berikut:

  1. Menawarkan Program Ke MIM 02 Paciran
  2. Identifikasi Jumlah Guru MIM 02 Paciran
  3. Workshop Penyusunan Buku Ajar Al quran hadist
  4. Pendampingan Guru dalam Menyusun Buku Ajar

Sebagai langkah awal, tim pengabdian masyarakat menawarkan program ke Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 02 Paciran. Apabila program tersebut diterima oleh Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 02 Paciran, maka selanjutnya adalah membentuk tim workshop yang terdiri dari empat guru sesuai pembahasan yang akan disusun dalam buku al quran hadist. Langkah berikutnya memberikan undangan bagi guru-guru yang menjadi tim. Langkah yang terakhir adalah pelaksanaan workshop dan akan ditindaklanjuti dengan pendampingan, tim pengabdian mendampingi guru dalam menyusun buku ajar selama dua tahap.

Program pengabdian masyarakat akan fokus pada upaya meningkatkan mutu pembelajaran yang berdampak pada meningkatnya partisipasi belajar siswa, melalui pendampingan guru dalam penyusunan buku ajar al quran hadist.

3.2 Realisasi Pemecahan Masalah

3.2.1 Sosialisasi dan workshop penyusunan buku ajar al quran hadist

3.2.2 Pendampingan guru dalam penyusunan buku ajar al quran hadist

3.3 Sasaran

Sasaran pengabdian masyarakat adalah guru Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 02 Paciran

3.4 Metode yang Digunakan

Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan pada dua tahap. Sebagaimana berikut ini penjabarannya:

3.4.1 Tahap pertama yaitu Sosialisasi dan workshop penyusunan buku ajar    al quran hadist

3.4.2 Tahap kedua adalah pendampingan pelaksanaan penyusunan buku ajar al quran hadist

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Sosialisasi dan Workshop Penyusunan Buku Ajar Al quran hadist

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari rabu tanggal 06 Januari 2016. Dengan agenda sosialisasi dan workshop penyusunan buku ajar, pembagian kelompok sesuai dengan pembahasan al quran hadist dan penyusunan jadwal pendampingan guru dalam penyusunan buku ajar yang disampaikan oleh dan Idzi’Layyinati, M.Pd, M.Pd, Moh. Chotibuddin, M.Pd, Subhan Adi Santoso.

4.2 Pendampingan Guru dalam Penyusunan Buku Ajar Al quran hadist

4.2.1 Pendampingan Pertama

Dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 06 Januari 2016 pukul 08.00-10.00 WIB. Materi yang menjadi objek adalah surat An Nasr. Guru yang terlibat daam pendampingan pertama sebanyak sembilan orang dan dosen pendamping sebanyak tiga orang.

Output pertama: urutan pembahasan sebagai berikut:

4.2.1.1 Mengenal Surat An Nasr

4.2.1.2 Mufradat surat An Nasr

4.2.1.3 Isi surat An Nasr

4.2.1.4 Hukum bacaan dari surat An Nasr

4.2.2 Pendampingan Kedua

Dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 02 Februari 2016 pukul 08.00-10.00 WIB. Materi yang menjadi objek adalah Hadist tentang niat. Guru yang terlibat lima orang dan dosen pendamping tiga orang.

Output kedua: urutan pembahasan sebagai berikut:

4.2.2.1 Mengenal Hadist tentang niat

4.2.2.2 Mufradat Hadist tentang niat

4.2.2.3 Isi Hadist tentang Niat

Output kedua tersusunnya naskah buku ajar Al Quran Hadist sebagai bahan acuan selama satu semester.

V. SIMPULAN DAN SARAN

  1. SIMPULAN

Kegiatan pendampingan guru dalam penyusunan buku ajar al quran hadist yang dilaksanakan oleh Tim Pengabdian Pada Masyarakat Program Studi Pendidikan Agama Islam memberikan manfaat yang signifikan bagi Tim Pengabdian Pada Masyarakat dan Guru Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 02 Paciran Lamongan. Yaitu sebagai berikut:

  1. Bagi Guru MIM 02 Paciran
    1. Guru terlatih dalam menyusun buku ajar, khususnya buku ajar al quran hadist bagi siswa MIM 02 Paciran
    1. Guru dapat menyusun buku ajar al quran hadist secara mandiri sesuai dengan kurikulum yang digunakan oleh MIM 02 Paciran
    1. Guru lebih fokus pada materi yang disampaikan dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari oleh siswa dan siswi
    1. Bagi Tim Pengabdian Pada Masyarakat

Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat dapat meningkatkan kepekaan terhadap permasalahan yang dihadapi oleh guru di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 02 Paciran. Berikutnya bagi program studi pendidikan agama Islam kegiatan ini bisa digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan kerjasama dengan madrasah-madrasah sekaligus sebagai promosi kepada masyarakat sekitar paciran bahkan di luar paciran.

  1. SARAN

Kegiatan pendampingan guru dalam penyusunan buku ajar al quran hadist sangat berguna bagi madrasah-madrasah sebagai acuan menuju guru profesional dalam pembelajaran di kelas.

  1.  DAFTAR PUSTAKA

Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati, 2001, Ilmu pendidikan, Jakarta: Rineka cipta

Marno, 2008, Strategi & Metode Pengajaran, Yogyakarta: Ar-ruzz Media

Undang-undang RI no 20 tahun 2003, Sistem Pendidikan Nasional

Usman, Uzer, 1995, Menjadi Guru Profesional, Bandung: Remaja Rosdakarya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *